#1 Pintu Masuk Media
Pada suatu waktu di tanggal 8 Desember, rekan saya membagikan sebuah pamflet suatu acara dari Komunitas Media Pondok Jatim, acara itu berjudul Multaqo Media Dan Puncak Festival Media Pondok Pesantren Jawa Timur, dalam pamflet tersebut acara akan diadakan di Ponpes Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo.
.
Acaranya bertemakan media kan ya?, lalu apa hubungan saya dengan media?, tak kasih info.
.
Jadi, dewasa ini saya baru saja masuk di sebuah kanal media di Madrasah dalam Pondok, namanya Media Dan Dokumentasi Madrasah al-Falahiyah Pondok Pesantren Langitan. awal cerita saya bisa masuk di media Madrasah ini karena ajakan dari rekan tercinta saya.
.
"Ayo ngopi, aku pengen ngomong sesuatu" kata rekan saya di WhatsApp. karena penasaran, saya balik bertanya "ngomong opo?, langsung lewat chat po o", karena obrolan ringan bisa lewan chat untuk menyingkat waktu, walaupun sakit sekali efribadi ketika chat hanya di read tanpa dibalas.
.
lanjut, setelah saya telaah ternyata memang harus bertemu dengan teman saya secara langsung, mengingat dia berkata "ini tentang madrasah".
.
Setelah sempat tertunda beberapa waktu karena sifat aras-arasen saya di komplek pondok, akhirnya kami berdua bisa bertemu secara langsung disebuah warung kopi milik rekan saya itu. saya ingat-ingat, kami bertemu setelah rampung rutinan musyawaroh malam Kifayatul Akhyar yang diadakan angkatan kami.
.
Dalam pertemuan saya langsung bertanya "piye, ono opo karo madrasah?" tanpa basa-basi bertanya sudah makan belum, apa kabar, kamu masih sayang aku nggak. Halah.
.
"Madrasah mau bentuk badan media dan dokumentasi, aku ditunjuk untuk memimpin dan mencari rekan. tak pandang-pandang awakmu cocok". singkatnya, setelah adegan tawar menawar, akhirnya saya menerima tawaran dan akan diadakan pertemuan awal bersama pihak Madrasah.
***
Setelah saya tertarik dengan pamflet acara, saya langsung matur ke pembina saya di media madrasah, Alhamdulillah beliau mendukung penuh ke-ikut sertaan saya mengikuti Multaqo Media tersebut.
.
Tanggal berangkat sudah ditentukan, kami masuk di fase menunggu. walaupun menunggu adalah suatu yang membosankan dan terkadang tanpa kepastian. Hmmm.
.
Waktu terus menuju hari H, dan hari Sabtu tanggal 25 Desember pun tiba begitu saja. akhirnya kami berdua berangkat di siang harinya, memanfaatkan transportasi umum kereta api yang berbunyi;
tuuuut!!! tuuuut!!! tuuuut!!!, siapa hendak turut,
ke Bandung Surabaya, bolehlah naik dengan percuma.
tapi disini kami berangkat tidak dengan percuma, kami berangkat dengan tujuan mulia yaitu; nasi kotak nasi kotak.
.
Tiba di Sidoarjo sekitar pukul 18:30 waktu setempat, karena lapar kami pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu di warung sekitar stasiun kereta. kebetulan, ada warung penyetan cabang Purnama yang di Babat ada 2 cabangnya.
.
Setelah hidangan siap, sembari mengambil air cuci tangan, dan memuluk nasi suap demi suap, saya meraih HP dan membuka PlayStore untuk mendownload Gojek.
.
Dialog khas Madura penjaga warung menemani makan sore kami di tepi trotoar jalan kota Sidoarjo. setelah makan, membayar dan memesan mobil dengan potongan harga pengguna baru Gojek, kami pun berangkat menuju Ponpes Manbaul Hikam Tanggulangin yang menjadi tuan rumah acara Multaqo Media Pondok Jatim.
.
Mobil berjalan tenang diiringi musik campuran dan obrolan tipis-tipis bersama driver sang tulang punggung keluarganya, yang kebetulan sering mengantar jemput bolak-balik Ponpes Manbaul Hikam.
.
Setelah tiba dilokasi acara ternyata acara belum dimulai. kami memutuskan untuk sholat jama' qoshor di masjid terlebih dahulu sebelum masuk pondok. setelah sholat kami bersantai di teras masjid.
.
Dirasa cukup, kami memutuskan untuk masuk. didalam kami bertemu rekan dari Langitan lainnya, orang-orang hebat yang menjadi panitia di acara besar seperti ini. setelah check-in, kami menuju kamar yang telah ditentukan, untuk menaruh tas besar berisi pakaian ganti kami.
.
Karena terlalu santai di masjid tadi, ternyata acara sudah dimulai beberapa menit yang lalu. seluruh peserta sudah memenuhi lokasi acara, dan kami tidak tau dimana tempat duduk kami. setelah dicarikan panitia dan masih tidak ketemu, alhasil kami diberi tempat duduk paling belakang.
.
Sesi demi sesi telah kulewati, tapi tak kunjung ada respon baik darimu. Maaf cari yang lain. Akhirnya tiba di sesi Sapa Admin, disini semua peserta diberi waktu untuk mengenalkan diri. setelah tiba waktu kami mengenalkan diri, saya menjadi yang pertama berdiri mengenalkan diri, disusul rekan saya memperkenalkan diri selanjutnya.
.
Kebetulan. karena waktu sudah terlalu larut, kami menjadi yang terakhir di sesi Sapa Admin ini. setelah itu semua peserta dipersilahkan untuk istirahat di ruang yang telah ditentukan.
.
Ketika semua peserta beranjak dari tempat duduknya, rekan saya mengajak untuk menyapa kakak iparnya yang kebetulan juga ikut serta di Multaqo Media ini. Beliau perwakilan dari Media Pondok Nurul Haromain Pujon Malang.
.
"Sampean ten Langitan kapan?", tanya rekan saya kepada kakak iparnya, berharap setelah acara beliau langsung ke Langitan, agar kami bisa nunut mobilnya.
.
"Sabtu dek" Jawabnya, "gak melok nang Malang wae ta?" Sambungnya langsung bertanya. "Mboten", jawab rekan saya dengan senyum. Singkatnya kami mengakhiri perbincangan itu.
.
Mengingat kami belum menemukan tempat duduk karena terlambat, kami memutuskan untuk mencari tempat duduk kami yang sebenarnya terlebih dahulu. ternyata tempat duduk kami berada di deretan terdepan pojok paling kanan.
.
Setelahnya kami bersantai di tempat registrasi terlebih dahulu sebelum istirahat. Ditemani angin malam sidoarjo yang sedikit sejuk.
.
Ritual penyegaran otak selesai, kami menuju kamar kami dan istirahat. karena tidak bisa langsung tertidur, saya memutuskan melanjutkan misi saya untuk menonton urut film produksi Marvel Studio dari awal.
.
Ditengah menonton tiba-tiba ada notif chat dari grup reserta Multaqo Media. Ternyata ada perubahan rundown acara. Yang awalnya dipagi hari ada senam bersama, diganti dengan ziaroh ke makam pendiri pondok. padahal saya sudah membayangkan asyik-nya senam bersama dipagi hari. tapi ya sudah lah. tanpa aba-aba tapi sempat pause video saya pun tertidur dengan cantik.
.
Tok!! tok!!! tok!! "ayo kang jama'ah subuh". mata saya terpejam gelap tapi bisa mendengar lewat telinga lah. Setelah membuka mata ternyata entah dari panitia atau kamanan pondok yang sedang santai membangunkan peserta untuk jama'ah Subuh. saya duduk dan melihat sekitar, ternyata masih banyak peserta yang tidak terbangun, sifat manusiawi saya langsung keluar. saya kembali ngleset dan tertidur lagi.
.
Setelah sholat Subuh berjama'ah dengan rekan saya sendiri di masjid, kami memutuskan untuk ngopi pagi di sebelah barat pondok. Didepan kami ada sebuah gedung sekolah bewarna biru entah milik pondok atau tidak saya sedikit penasaran, tapi saya cuek dan memesan susu putih hangat, santai. kami tidak lupa bahwa pagi ini ada ziaroh ke makam pendiri pondok, tapi ya bagaimana lagi, kami diserang wabah aras-arasen terkuat dibumi, astaghfirullah.
.
Lanjut cerita di publikasi selanjutnya ya.
Salam hangat, Bagus Rasmidin.

Komentar