#5 Sumberan Pujon Dan Sumber Kerinduan Yang Deras

Hari terakhir tiba, siang ini kami berencana kembali ke Pondok Pesantren Langitan. Untuk menghabiskan waktu pagi hingga siang, kami ingin melepas kerinduan dengan sumberan yang terletak didekat Nurul Haromain.
.
Dulu, ketika kami mondok posoan di Nurul Haromain, meskipun kami berdua berangkat tidak bersamaan dan belum kenal satu  sama lain, masing-masing dari kami pernah mandi di sumberan ini. Nostalgia mode on.
.
Ternyata disini tidak sepi, ada beberapa anak mencari ikan di saluran perairan sawah, ada bapak yang sedang mencuci pakaian, ada juga pria seumuran saya yang juga sedang mencuci pakaian.
.
Sedikit malu, karena warga sekitar sini sudah biasa mandi tanpa sehelai pakaian. Tapi terlanjur sudah disini. Saya memberanikan diri untuk mengawali nyemplung kedalam kolam. Dingin, jangan tanyakan.
.
Nyemplung, kedinginan, nyemplung lagi.
.
Setelah sedikit sepi, para bapak dan pria seumuran sudah beranjak dari kolam, meninggalkan anak-anak yang masih asyik mencari ikan. Kami berusaha mendokumentasikan moment ini. Dirasa cukup dan sempat duduk sejenak di tepi jembatan dekat sumberan, kami kembali ke kamar.
.
Malas, mengetahui nanti siang sudah kembali ke Langitan. Setelah lelah renang di sumberan, saya tertidur, entah rekan saya.
.
Tiba-tiba saya dibangunkan rekan saya, ternyata Mas Haidar sudah siap mengantarkan kami menunggu bis di jalan raya. Bergegas saya mandi, meninggalkan rekan saya yang sudah mandi terlebih dahulu.
.
Barang-barang sudah kami siapkan untuk dibawa kembali. Tapi sebelum itu kami diajak ke ndalem terlebih dahulu untuk makan.
.
Makan selesai dan setelah sedikit ngobrol bersama Mas Haidar, kami beranjak dari dapur, menuju jalan raya menunggu bis datang. Ketika hendak mengenakan sandal, tiba-tiba Kyai Wahid menemui kami.
.
Setelah berpamitan, kami menaiki mobil dan menuju jalan raya, tepatnya jalan depan Pondok Nurul Haromain..
.
Sebelum meninggalkan kami, Mas Haidar memanggil Tompleng untuk menemani kami menuggu bis. Di tengah menunggu bis, Tompleng meninggalkan kami karena ingin mengikuti jama'ah wajib didalam pondok.
.
Waktu berjalan, akhirnya bis jurusan Jombang datang. Perjalanan pulang kami dimulai. Meninggalkan Pujon yang sejuk dan pantas dirindukan.
.
Selesai.

Komentar