#3 Pujon, Kota Batu, Ketan Legenda 1967 Dan Kesejukan Jiwa Yang Tenang
Dini hari kami sampai di Pujon, tepatnya di Pondok Pesantren al-Murtadlo al-Islamy Maron Pujon Malang. Ya, kakak ipar rekan saya adalah putra dari Kyai Wahid Maron.
.
Dingin sekali disini, kami ditempatkan di sebuah bangunan yang biasa dipakai gus, habaib dan teman-teman kakak rekan saya ketika main ke Malang. Karena jika ditempatkan di ndalem, semua akan kurang leluasa dan sungkan dengan Kyai Wahid.
.
Kami diberi kamar dengan satu kasur, dua selimut besar yang tebal dan dua bantal standar. Rekan saya tidur di kasur, saya tidur di karpet menjaganya agar tetap aman. Karena menyapamu saja susah apalagi mau menjagamu. Kami terlelap melanjutkan tidur kami di mobil tadi.
.
Pagi tiba, saya membuka selambu diatas kepala dan masyaAllah indah sekali. Bukit-bukit berselimut kabut dan hijau pohon-pohon mengiringi dibawahnya. Saya menuju ruang tamu dan membuka pintu depan. Menghirup udara dalam-dalam lalu mengeluarkannya,
Segar sekali.
.
Ternyata nasi goreng semalam membuat perut saya di pagi ini ingin mengeluarkan isinya, saya menuju kamar mandi dan memenuhi panggilan alam. Ketika cebok, MasyaAllah, serasa cebok dengan air es.
.
Tak lama kami membahas akan kemanakah kami setelah ini?, karena banyak sekali wisata yang tersebar di daerah ini.
.
Pintu diketuk seseorang, ternyata kakak rekan saya bersama temannya memanggil, Mengajak kami untuk bersarapan di ndalem. Kami berempa pun menuju ruang tamu ndalem.
.
Satu entong, dua entong kami bergantian imbuh nasi, dan menikmati hidangan dengan nikmat dan hikmat.
.
Makan selesai. kakak rekan saya, oh iya, nama beliau Mas Haidar.
Beliau adalah pimpinan media di Pondok Nurul Haromain Pujon. Beliau bercerita tentang pengalaman beliau di media yang rernyata juga baru melangkah dari awal karena sempat vakum.
.
Beliau juga bercerita bahwa beliau pernah diajak beberapa stasiun TV untuk belajar tentang tetek bengek media. Seperti TV9, NabawiTV, MaduTV dan masih banyak lagi.
.
"Semua itu perlu koordinasi, ketika live, antara oprator dan kameramen harus tersistem. Tidak boleh ada kamera yang bocor merekam badan kamera lain, 3 menit kamera utama shots, 10 detik kamera audiens shots dan seterusnya saya lupa yaAllah.
.
Beliau bercerita bahwa hanya pengurus media yang dibawahi langsung oleh Abi Ihya', karena beliau sendiri paham begitu pentingnya media. "Padahal dulu Abi niku mboten kerso beliau direkam. Tapi seiring berjalannya waktu, beliau sakniki sampun kerso direkam, InsyaAllah mulai 2008 beliau baru mulai kerso direkam, Abi faham sekarang sudah masanya seperti itu".
.
Teman Mas Haidar adalah seorang editor. Beliau tidak berdomisili di Nurul Haromain, tapi sering sekali dimintai tolong di Nurul Haromain. Merakit PC, edit konten dan lain-lain. Beliau teman seperjuangan Mas Haidar di media.
.
"Ape dolan nandi?, suwantai wes balik hari Sabtu bae" Guyon beliau kepada kami. "Engko kabari yo nek ape budal dolen".
.
Setelah beranjak dari sarapan, kami pamit keluar menuju kamar kami. " Iku helm e digowo" Kata Mas Haidar. Kami pun membawa helm tanpa kunci motor ke kamar.
.
Tapi ketika baru ingin memakai sandal, ternyata Kyai Wahid keluar dan menyapa kami, kami pun sungkem kepada beliau.
.
"Dienak-enakno, pokok dijelajahi kabeh nang kene". Candaan beliau mengundang tawa ringan kami "nggeh" Sahut rekan saya sembari tersenyum.
.
Dikamar kami masih bingung setelah ini akan kemana. Ada banyak pilihan seperti Bukit Nirwana, Paralayang, Cafe Sawah, Coban Rondo, Coban Talun dan masih banyak lagi. Kami terus melakukan survey lokasi di Google dan bertanya dengan kang yang tinggal disebelah kami.
.
Bangunan ini terdiri dari beberapa elemen, ada toko yang menyidiakan kebutuhan santri, 3 kamar tidur, satu kamar mandi. Juga ada tempat pembuatan kerajinan kayu disebelah selatannya. Dibangunan ini dihuni 2 kang-kang.
.
Setelah mendapatkan kunci motor dan STNK yang diantarkan oleh kang-kang kami rundingan lagi dan memutuskan akan menuju Bukit Nirwana terlebih dahulu. Kami beranjak mengerjakan sholat jama' qoshor Dzuhur dan Asyar, tapi mandi air es terlebih dahulu.
.
Bukit Nirwana adalah sebuah rumah makan yang berada di suatu bukit dekat pemukiman warga Maron, tempatnya luas dan penuh gazebo-gazebo juga spot-spot foto yang instagramable.
.
Setelah parkir motor, kami menuju ke loket. Disana saya langsung diperintah rekan saya memakai mantra yang diajarkan Mas Haidar kepada kami. Setelah saya baca mantra itu kepada penjaga loket, kami pun masuk tanpa dipungut biaya sepeser pun. Wadidaw, hebat sekali. Ingin tau mantranya?, swipe up. Wkwkwkwk.
.
Kami memesan makanan. Disini mendung, bahkan rintik hujan sudah terlihat. Setelah ini kami berencana melanjutkan perjalanan ke Kota Batu untuk mencicipi Ketan Legenda 1967 yang terkenal dan main ke kontrakan teman rekan saya. Kami berharap cuaca kembali cerah.
.
Perjalanan menuju Kota Batu dimulai setelah hujan ringan dirasa redah. Tujuan awal kami adalah kontrakan teman rekan saya.
.
Sampai dikontrakan ternyata teman rekan saya baru terbangun dari tidurnya. Mengingat kami berada disekitar Kota Batu, kami juga menghubungi teman kami yang ada disekitar Kota Batu untuk kumpul bersama. Mumpung.
.
Saya mempunyai rekan satu desa satu angkatan yang kebetulan kuliah di UNISMA. Saya menghubunhinya untuk bertemu. Juga ada teman satu angkatan dipondok yang kebetulan kuliah di UINMA. Rekan saya menghubunginya untuk bertemu.
.
Disini tidak terlalu dingin, beda dengan keadaan udara di Pujon. Setelah siap, kami pun berangkat bersama menuju Pos Ketan Legenda 1976.
.
Ketan Legenda, ketannya tetap ketan, tapi toppingnya yang membuat berbeda. Biasanya ketan hanya ditaburi abon, disini banyak sekali topping yang disediakan. Keju susu meisis, keju susu durian, tak kasih gambaran;
.
Bakalan kangen sama ketan Legenda.
.
Teman tetangga seangkatan saya baru menyusul datang. Senang sekali perasaan karena memang sudah lama kita tidak bertemu. Kami ngobrol ngalor ngidul tanpa pembatas.
.
Setelah berpisah dengan teman-teman yang kuliah di Malang, kami berdua memutuskan untuk mampir di alun-alun Kota Batu terlebih dahulu.
.
Sampai disana kami menyelesaikan kewajiban sholat dahulu di masjid jami' Kota Batu, kemudian setelahnya kami melihat-lihat jajanan yang dijual para pedagang kaki lima yang memang padat sekali di sekitaran alun-alun. Bertanya-tanya harga tanpa membelinya sudah maklum kami lakukan. Lalu kami tertarik pada jajanan Baby Krabs Krispy, membeli satu porsi untuk berdua.
.
Setelah bosan di deretan para pedagang, kami mulai berjalan menuju alun-alun, tapi naas, karena peraturan pemerintah menegaskan bahwa alun-alun harus tutup pada jam 11 malam.
.
Kami pun di sambut dengan pemandangan Satpol PP yang sibuk ngobraki masyarakat yang masih berkeliaran di sekitar alun-alun. Ada pengamen yang musiknya dihentikan secara tiba-tiba. Melihatnya saya menjadi kasihan. Lampu didalam alun-alun mulai dimatikan, alun-alun menjadi tanpa ekspresi.
.
Tiada pilihan lain, kami kembali menuju Pujon membawa satu porsi Baby Krabs Krispy.
.
Lanjut publikasi selanjutnya brader
Salam hangat Bagus Rasmidin.

Komentar